Berpikir Kritis
1. Menurut Ennis (1962) : Berpikir kritis adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pada pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan.
2. Menurut Angelo (1995):Berpikir kritis adalah mengaplikasikan rasional, kegiatan berpikir yang tinggi, meliputi kegiatan menganalisis, mensintesis, mengenali permasalahan dan pemecahannya, menyimpulkan serta mengevaluasi.
3. Menurut Beyer (1985) : Berpikir kritis adalah kemampuan (1) menentukan kredibilitas suatu sumber, (2) membedakan antara yang relevan dari yang tidak relevan, (3) membedakan fakta dari penilaian, (4) mengidentifikasi dan mengevaluasi asumsi yang tidak terucapkan, (5) mengidentifikasi bias yang ada, (6) mengidentifikasi sudut pandang, dan (7) mengevaluasi bukti yang ditawarkan untuk mendukung pengakuan.
4. Menurut Walker (2006) :Berpikir kritis adalah suatu proses intelektual dalam pembuatan konsep, mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis, dan atau mengevaluasi berbagai informasi yang didapat dari hasil observasi, pengalaman, refleksi, di mana hasil proses ini diguanakan sebagai dasar saat mengambil tindakan.
5. Menurut Hassoubah (2007):Berpikir kritis adalah kemampuan memberi alasan secara terorganisasi dan mengevaluasi kualitas suatu alasan secara sistematis.
6. Menurut Mustaji (2012): Berpikir kristis adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan. Berikut adalah contoh-contoh kemampuan berpikir kritis, misalnya (1) membanding dan membedakan, (2) membuat kategori, (2) meneliti bagian-bagian kecil dan keseluruhan, (3) menerangkan sebab, (4) membuat sekuen / urutan, (5) menentukan sumber yang dipercayai, dan (6) membuat ramalan.
7. Menurut Chance (1986) :Berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis fakta, mencetuskan dan menata gagasan, mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen dan memecahkan masalah.
8. Menurut Paul (1993) :Berpikir kritis adalah mode berpikir – mengenai hal, substansi atau masalah apa saja – di mana si pemikir meningkatkan kualitas pemikirannya dengan menangani secara terampil struktur-struktur yang melekat dalam pemikiran dan menerapkan standar-standar intelektual padanya.
9. Menurut Halpern (1985) :Berpikir kritis adalah pemberdayaan kognitif dalam mencapai tujuan.
10. Menurut Mertes (1991) :Berpikir kritis adalah sebuah proses yang sadar dan sengaja yang digunakan untuk menafsirkan dan mengevaluasi informasi dan pengalaman dengan sejumlah sikap reflektif dan kemampuan yang memandu keyakinan dan tindakan.
Damuling Sheplyandi
Senin, 24 Agustus 2015
Laporan Praktek Pengalaman Lapangan
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Program pengalaman lapangan terpadu (PPLT) adalah suatu program pendidikan yang memberikan suatu pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup bergelut di masyarakat, dan juga sebagai mahasiswa FKIP untuk memperoleh pengalaman mengajar sebagai calon guru di sekolah guna meningkatkan profesionalisme sebagai guru di masa yang akan datang.
Program PPLT mulai diterapkan dan dilaksanakan pada angkatan 2004 tahun 2007/2008 sebagai angkatan I sampai dengan sekarang tahun 2014/2015 yaitu sebagai angkatan ke 70. Adanya PPL Terpadu ini dimaksudkan untuk mempercepat masa kuliah serta masa studi mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) di Universitas Tadulako.
PPLT merupakan unit pelaksanaan teknis yang bertugas melakukan perencanaan, pembinaan, pelaksanaan dan pengembangan praktek pengalaman lapangan (PPL) Bagi mahasiswa FKIP UNTAD. Pengembangan PPL meliputi menginventarisasi dan mengkaji karakteristik utama dari berbagai model pembelajaran. Mengembangkan narasi contoh-contoh model kegiatan pembelajaran untuk setiap bidang studi di berbagai jenjang pendidikan dan memproduksi media contoh-contoh model kegiatan pembelajaran untuk setiap bdang studi di berbagai jenjang pendidikan.
PPL bertujuan untuk mendapatkan pemahaman secara faktual di lapangan sebagai wahana terbentuknya tenaga kependidikan yang memiliki seperangkat pengetahuan, nilai dan sikap yang diperlukan bagi profesinya serta mampu menerapkan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah.
B. Tujuan dan Manfaat
a. Tujuan
1) Tujuan utama
Pelaksanaan PPL Terpadu bertujuan untuk mendukung upaya pembangunan pendidikan dalam konteks peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan melalui keterlibatan mahasiswa sebagai fasilitator dan motivator sekaligus pendamping kegiatan proses pendidikan di sekolah dan di masyarakat.
2) Tujuan Khusus
Secara Khusus, pelaksanaan PPL Terpadu bertujuan :
(1) Memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam manajerial pembelajaran di sekolah dan di masyarakat, dalam rangka melatih dan mengembangkan kompetensi keguruan/kependidikan.
(2) Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari, mengenal, memecahkan masalah program pendidikan dalam konteks pembelajaran maupun pemecahan masalah pendidikan umum di masyarakat.
(3) Memberikan peluang bagi mahasiswa untuk dapat menerapkan secara komprehensif disiplin ilmu kependidikan yang telah dipelajari dalam kehidupan masyarakat dan sekolah.
(4) Membangun kemitraan antara FKIP UNTAD dengan sekolah, masyarakat dalam mendukung mutu iuran/lulusan.
(5) Mempersiapkan dan melatih mahasiswa sebagai calon guru yang profesional.
b. Manfaat
1) Bagi mahasiswa.
PPL Terpadu memberikan suatu pengalaman belajar bagaimana menjalin interaksi sosial baik di masyarakat, dan juga melalui PPL Terpadu, Mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar di sekolah guna meningkatkan profesionalisme sebagai guru di masa yang akan datang.
2) Bagi sekolah
Membantu mengatasi permasalahan yang ada di sekolah guna meningkatkan kualitas pendidikan sekolah.
3) Bagi Masyarakat
Membantu pemerintah setempat dalam hal perbaikan kesejahteraan masyarakatnya baik dari segi pendidikan, keagamaan, kesehatan, olahraga, dll.
BAB II
PENGENALAN SEKOLAH
A. Sejarah Singkat Sekolah
SMP Negeri 18 Palu pertama kali dibangun pada tahun 1983-1984 pada saat itu masih dalam tahap pembangunan gedung sekolah. Gedung yang dibangun terdiri ruang kelas 5 ruang, laboratorium 1 ruang, perpustakaan 1 ruang, keterampilan 1 ruang, kantor 1 ruang, ruang kepala sekolah 1 ruang, dan ruang tata usaha 1 ruang. Gedung persekolahan ini dibangun di atas tanah seluas 14,700 M2. Setelah melalui pembangunan selama setahun, pada tahun 1984 sekolah tersebut resmi dibuka.
Pada tahun 1984 sekolah menerima siswa kelas satu berjumlah 120 orang kelas VII terdiri dari 3 kelas dan 21 orang kelas VIII terdiri dari 1 kelas. Siswa kelas VIII berasal dari SMP Karya Bakti yang awalnya hanya berjumlah 17 orang ditambah dengan siswa pindahan sebanyak 4 orang siswa, siswa-siswa ini setahun sebelum sekolah tersebut diresmikan telah dipersiapkan untuk menjadi siswa pertama SMP Negeri 18 Palu, yang pada saat itu namanya masih SMP Mamboro. Sedangkan jumlah guru dan pegawai pada saat itu ada 7 orang guru dan 2 orang tata usaha. Dipimpin oleh kepala sekolah pertama yaitu ibu
Pada tahun 1984 SMP Negeri 18 Palu menambah 2 ruang kelas untuk persiapan penerimaan siswa baru ditahun berikutnya. Sehingga pada tahun 1985 jumlah siswa yang ada di SMP Negri 18 Palu 124 orang kelas VII terdiri dari 3 kelas, 120 orang orang kelas VIII terdiri dari 3 kelas dan 21 orang kelas IX terdiri dari 1 kelas. Kepala Sekolah Lima Tahun Terakhir
No. Nama Masa Kepemimpinan Keterangan
1. Kasrir Timbowo, S.Pd 2006-2011
2. Djafar. DjSahila, S.Pd 2011-2015
B. Keadaan Sekolah
1. Keadaan Fisik Sekolah
a. Denah sekolah, lengkap dengan batas-batasnya
b. Ruang
No. Nama Ruangan Jumlah Keterangan
1. Ruang kepalas sekolah 1
2. Ruang Wakasek 1
3. Ruang perpustakaan 1
4 Ruang TU 1
5 Ruang Guru 1
6 Ruang Ibadah 1
7 Lab.IPA 1
8 Ruang kelas 19
9 Ruang Komputer 1
c. Lapangan upacara/olah raga
No. Lapangan upacara/olah raga Ukuran Keterangan
1. Lapangan upacara 5,423 M2
2. Lapangan olahraga Lapangan voly
2. Keadaan Guru
7. Tata Tertib Sekolah
a. Tata Tertib Guru
1) Berpakaian seragam/rapi sesuai ketentuan yang di tetapkan.
2) Bersikap dan berprilaku sebagai pendidik.
3) Diwajibkan hadir disekolah 15 menit sebelum mengajar.
4) Diwajibkan mengikuti upacara bendera (setiap hari senin)
5) Wajib mengikuti rapat-rapat yang diselenggarakan sekolah.
6) Wajib melapor kepada guru piket bila terlambat.
7) Memberitahukan kepada kepala sekolah atau guru piket bila berhalangan hadir dan memberikan tugas atau bahan ajar untuk siswa.
8) Diwajibkan menandatangani daftar hadir dan mengisi agenda kelas.
9) Mengkondisikan/menertibkan siswa saat mengajar.
10) Diwajibkan lapor kepada kepala sekolah/guru piket jika akan melaksanakan kegiatan di luar sekolah.
11) Selain mengajar, juga memperhatikan situasi kelas mengenai 8 K dan membantu menegakan tata terti siswa.
12) Tidak diperbolehkan siswa di suruh menulis daftar nilai.
13) Tidak diperbolehkan mengurangi jam pelajaran sehingga siswa istirahat, ganti pelajaran atau pulang sebelum waktunya.
14) Tidak diperbolehkan memulangkan siswa tanpa izin guru piket atau kepala sekolah.
15) Tidak diperbolehkan menggunakan waktu istirahat untuk ulangan atau kegiatan lain di dalam kelas.
16) Memberi sanksi kepada siswa yang melanggar tata tertib yang bersifat mendidik dan hindari hukuman secara fisik yang berlebihan.17) Tidak diperbolehkan merokok di dalam kelas/tatap muka.
18) Guru agar menggunakan waktu tatap muka (minimal 5 menit) untuk melakukan pembinaan akhlak terhadap para siswa.
19) Menjaga kerahasiaan jabatan.
20) Wajib menjaga citra guru, sekolah dan citra pendidik pada umumnya.
b. Tata tertib siswa
1) Pakaian seragam
Siswa wajib mengenakan pakaian seragam sekolah dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Umum
(1) Sopan dan rapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku
(2) Baju warna putih, bawahan sesuai dengan ketentuan
(3) Memakai badge OSIS dan identitas sekolah
(4) Topi sekolah sesuai ketentuan, ikat pinggang warna hitam
(5) Kaos kaki warna putih, sepatu warna hitam
(6) Pakaian tidak terbuat dari kain yang tipis dan tembus pandang, tidak ketat dan tidak membentuk tubuh.
(7) Tidak mengenakan perhiasan yang mencolok.
b. Khusus Laki-laki
(1) Baju dimasukkan kedalam celana
(2) Panjang celana sesuai ketentuan
(3) Celana dan lengan baju tidak digulung
(4) Celana tidak dirobek atau dijahit cutbrai
c. Khusus Perempuan
(1) Baju dimasukkan ke dalam rok
(2) Panjang rok sesuai ketentuan
(3) Bagi yang berjilbab, panjang rok sampai mata kaki dan jilbab berwarna putih.
(4) Tidak memakai perhiasan atau asesoris yang mencolok
(5) Lengan baju tidak digulung
2) Pakaian Olah Raga
Untuk pelajaran olah raga siswa wajib memakai pakaian olah raga yang telah ditetapkan sekolah.
3) Rambut, kuku, tato, make up
a. Umum
Siswa dilarang :
(1) Berkuku panjang
(2) Mengecat rambut dan kuku
(3) Bertato
b. Khusus siswa laki - laki
(1) Tidak berambut panjang
(2) Tidak bercukur gundul
(3) Rambut tidak berkuncir
(4) Tidak memakai kalung, anting, dan gelang.
c. Khusus Siswa Perempuan
Tidak memakai make up atau sejenisnya kecuali bedak tipis.
4) Masuk dan pulang sekolah
(1) Siswa wajib hadir di sekolah sebelum bel berbunyi.
(2) Siswa terlambat datang kurang dari 15 menit harus lapor kepada guru piket dan diizinkan masuk sekolah.
(3) Siswa terlambat datang ke sekolah lebih dari 15 menit harus lapor kepada guru piket dan tidak diperkenankan masuk kelas pada pelajaran tersebut.
(4) Selama pelajaran berlangsung dan pada pergantian jam pelajaran siswa diharapkan tenang dan tetap berada di dalam kelas.
(5) Pada waktu istirahat siswa sebaiknya berada di luar kelas.
(6) Pada waktu pulang siswa diwajibkan langsung meninggalkan sekolah menuju rumah kecuali bagi yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler, atau kegiatan sekolah lainnya.
(7) Pada waktu pulang siswa dilarang duduk-duduk (nongkrong) di tepi-tepi jalan atau di tempat-tempat tertentu.
5) Kebersihan, kedisiplinan, dan ketertiban
(1) Setiap kelas dibentuk tim piket kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga kebersihan dan ketertiban kelas.
(2) Setiap tim piket kelas yang bertugas hendaknya menyiapkan dan memelihara perlengkapan kelas.
(3) Setiap siswa membiasakan menjaga kebersihan ruang kelas, kamar kecil/toilet, halaman sekolah, kebun sekolah, dan lingkungan sekolah.
(4) Setiap siswa membiasakan membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan.
(5) Setiap siswa membiasakan budaya antri dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah dan luar sekolah yang berlangsung bersama-sama.
(6) Setiap siswa menjaga suasana ketenangan belajar baik di kelas, perpustakaan, laboratorium, maupun di tempat lain di lingkungan sekolah.
(7) Setiap siswa menaati jadwal kegiatan sekolah, seperti penggunaan dan pinjaman buku di perpustakaan, penggunaan laboratorium dan sumber belajar lainnya.
(8) Setiap siswa agar menyelesaikan tugas yang diberikan sekolah sesuai ketentuan yang ditetapkan.
6) Sopan santun pergaulan
Dalam pergaulan sehari-hari di sekolah, setiap siswa hendaknya :
(1) Mengucapkan salam terhadap teman, kepala sekolah, guru, dan pegawai sekolah apabila baru bertemu pada waktu pagi/siang hari atau akan berpisah pada waktu siang hari/sore hari.
(2) Menghormati sesama siswa, menghargai perbedaan agama yang dianut dan latar belakang sosial budaya yang dimiliki oleh masing-masing teman baik di sekolah maupun di luar sekolah.
(3) Menghormati ide, pikiran dan pendapat, hak cipta orang lain, dan hak milik teman dan warga sekolah.
(4) Berani menyampaikan sesuatu yang salah adalah salah dan menyatakan sesuatu yang benar adalah benar.
(5) Menyampaikan pendapat secara sopan tanpa menyinggung perasaan orang lain.
(6) Membiasakan diri mengucapkan terima kasih kalau memperoleh bantuan atau jasa dari orang lain.
(7) Berani mengakui kesalahan yang telanjur telah dilakukan dan meminta maaf apabila merasa melanggar hak orang lain atau berbuat salah kepada orang lain.
(8) Menggunakan bahasa (kata) yang sopan dan beradab yang membedakan hubungan dengan orang lebih tua dan teman sejawat, dan tidak menggunakan kata-kata kotor dan kasar, cacian, dan pornografi.
7) Upacara bendera dan peringatan hari-hari besar
(1) Upacara bendera (setiap hari senin ).
Setiap siswa wajib mengikuti upacara bendera dengan pakaian seragam yang telah ditentukan sekolah.
(2) Peringatan hari – hari besar
a. Setiap siswa wajib mengikuti upacara peringatan hari-hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan, Hari Pendidikan Nasional, dll, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Setiap siswa wajib mengikuti upacara peringatan hari-hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, Idul Adha, Natal, Paskah, Nyepi, Galungan, Waisak, dll sesuai dengan agama yang dianut.
8) Kegiatan keagamaan
(1) Setiap siswa wajib melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut.
(2) Setiap siswa diharuskan mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh sekolah, sesuai dengan agama yang dianut
c. Tata tertib pegawai atau staf
1) Berpakaian seragam/rapi sesuai ketentuan yang di tetepkan.
2) Diwajibkan hadir disekolah sepuluh menit sebelum masuk sekolah.
3) Diwajibkan mengikuti upacara bendera (setiap hari senin).
4) Wajib melapor kepada guru piket bila terlambat.
5) Memberitahukan kepada kepala sekolah atau guru piket bila berhalangan hadir.
6) Diwajibkan menandatangani daftar hadir.
8. Komite Sekolah
1) Pengurus
Adapun pengurus komite sekolah SMP Negeri 18 Palu adalah sebagai berikut :
2) Program Kerja
Adapun program kerja komite sekolah SMP Negeri 18 Palu adalah sebagai berikut :
(1) Umum :
a) Konsumsi Rapat Komite
b) Konsumsi Rapat Sekolah Awal Dan Akhir Tahun
c) Konsumsi Rapat Bulanan Guru/TU
d) Perjalanan Dinas Kepala Sekolah
e) Perjalanan Dinas Guru/TU
f) Konsumsi rapat semester
g) Biaya listrik
h) Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten
i) Olimpiade Sains Tingkat Propinsi
j) Kegiatan Olahraga
k) Lembur TU
l) Biaya tak terduga
(2) Pengajaran :
a) Pengelolaan Bimbingan Konseling
b) Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan
c) Penyusunan Dokumen KTSP
d) Pelaksanaan Try Out
e) Pelaksanaan Ujian Semester
(3) Pelaksanaan UN / US
a) Perjalanan Kepala Sekolah dalam rangka UN / US
b) Panitia Pelaksana UN / US
c) Konsumsi UN
d) Konsumsi US
e) Pelaksanaan Ujian Praktek
f) Jemput Soal UN
g) Antar LJUN
h) Pengawas UN
i) Pengawas US
j) Pelaksanaan Ujian Sekolah
(4) Personalia :
a) Honor guru tidak tetap
b) Honor pegawai tidak tetap
c) Insentif kepala sekolah
d) Insentif wakasek
e) Insentif wali kelas
f) Insentif guru piket
g) Insentif pengelola laboratorium
h) Insentif pengurus komite
i) Insentif TU
j) Insentif penanggung jawab administrasi
k) Insentif pembina olahraga dan kesenian
l) Insentif pengelolaan data
C. Refleksi Keadaan Sekolah
1. Keadaan Sekolah
SMP NEGERI 18 PALU belum memiliki banyak ruangan kelas yang memadai untuk proses belajar mengajar, sehingga masih banyak dibutuhkan ruangan kelas terutama kelas VII, fasilitas yang ada dalam ruangan masih sangat kurang, terutama pada meja dan kursi begitu juga dengan papan tulis. Perpustakaan di sekolah tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena kebanyakan siswa yang masuk ke dalam perpustakaan bukan untuk membaca tetapi hanya digunakan untuk berkumpul bersama dengan teman-temannya. Mushollah sangat dimanfaatkan dengan baik dalam melaksanakan sholat dan kegiatan keagamaan lainnya seperti zikir bersama dan merayakan hari-hari bersar Islam. WC yang ada di sekolah sama sekali tidak dipergunakan karena rusak sehingga siswa hanya menumpang di WC kantor atau WC guru. Laboratorium yang ada di sekolah tersebut kurang dimanfaatkan, sehingga alat-alat laboratorium yang berada di sekolah tersebut hanya rusak begitu saja tanpa dipergunakan. Fasilitas olahraga di sekolah tersebut masih sangat kurang, terutama bola, futsal, bulutangkis dan lain sebagainya.
Sebaiknya ruangan yang sudah rusak diperbaiki dan ditambah dengan ruangan yang baru serta fasilitas di dalamnya ditambah. Kemudian ditambah lagi dengan ruangan kesenian karena banyak siswa/siswi yang memiliki bakat menyanyi dan menari pada saat jam ekstra kurikuler agar siswa tidak bosan hanya belajar terus-menerus. Serta untuk WC yang tidak memadai perlu adanya renovasi kembali agar siswa tidak keluar sekolah setiap ingin buang air karena terkadang siswa hanya beralasan ke WC agar dapat keluar sekolah lagi sehingga terkadang siswa yang keluar tidak kembali sebelum proses belajar berlangsung. Untuk meningkatkan prestasi siswa sebaiknya siswa dibuatkan bimbingan belajar sains, karena banyak siswa yang pintar dan dapat berprestasi tetapi tidak ada bimbingan. Untuk laboratorium sebaiknmya dipergunakan dengan baik agar alat-alat yang berada di dalam laboratorium tidak hanya rusak ketika disimpan saja. Fasilitas olahraga yang berada di sekolah tersebut sebaiknya ditambah lagi karena banyak siswa yang berprestasi di bidang olahraga tetapi tidak dapat tersalurkan.
2. Keadaan siswa
Siswa SMP Negeri 18 Palu ini berjumlah 510 orang dimana laki-laki berjumlah 244 orang dan perempuan berjumlah 266 orang. Jam pelajaran di mulai dari jam 7.15-12.25. siswa yang berada di sekolah tersebut sering terlambat, hal ini disebabkan karena rumah siswa yang jaraknya jauh dari sekolah, dan biasanya mereka naik taksi tetapi ada juga yang jalan kaki ke sekolah, dan banyak siswa setiap hari senin tidak ikut upacara bendera serta pada saat jam pelajaran banyak yang bolos dan hampir semua siswa membawa HP ke sekolah walaupun telah ada larangan membawa HP di sekolah. Siswa di sekolah tersebut juga masih kurang minatnya dalam belajar, biasanya saat proses belajar mengajar siswa banyak yang kurang aktif dalam pembelajaran, mereka kebanyakan hanya keluar masuk.
Sebaiknya aturan untuk siswa diperjelas agar tidak ada lagi siswa yang sering terlambat, tidak ikut upacara setiap hari senin serta siswa yang sering bolos. Misalnya siswa yang terlambat 15 menit setelah jam pelajaran berlangsung tidak diikutka belajar atau diberi tugas tersendiri dan bagi yang tidak ikut upacara atau bolos dalam proses belajar mengajar minimal tiga kali tidak diikutkan semester sehingga siswa tidak lagi melakukan pelanggaran.
3. Keadaan Guru
Jumlah guru terdiri dari 40 orang dari berbagai jurusan. Di sekolah tersebut masih banyak guru yang masih serin terlambat masuk jam pelajaran. Guru di sekolah tersebut juga masih kurang kompak sehingga siswa kadang merasa kebingunan apalagi dalam berbagai macam kegiatan di sekolah .
Sebaiknya guru lebih tepat waktu karena sebagai pendidik mereka harus menjadi contoh bagi siswa-siswanya, dan guru di sekolah tersebut harus lebih kompak.
BAB III
PRAKTEK PEMBELAJARAN
A. Praktek Pembelajaran Secara Terbimbing
No. Hari/Tanggal Mengajar Jam Kelas Pokok Bahasan
1 Senin, 23 Februari 2015 08.00-10.00 WITA VIII D Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan.
2 Kamis, 26 Februari 2015 10.30-11.50 WITA VIII E Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan.
3 Senin, 2 Maret 2015 08.00-10.00 WITA VIII D Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.
4 Senin, 2 Maret 2015 10.30-12.30 WITA VIII E Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.
5 Rabu, 4 Maret 2015 10.30-12.30 WITA VIII G Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan.
Pada pertemuan pertama praktek pembelajaran secara terbimbing, Senin, 23 Februari 2015, Pukul 08.00-10.00 WITA di Kelas VIII D dengan materi Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi pertumbuhan dan perkembangan hewan. Selanjutnya, membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan- penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan penilaian dengan cara pemberian kuis. Guru Pamong memberikan komentar bahwa dalam pembelajaran siswa harus lebih aktif untuk itu, diperlukan cara agar siswa lebih aktif.
Pada pertemuan kedua, Kamis, 26 Februari 2015, Pukul 10.30-11.50 WITA di Kelas VIII E dengan materi Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi pertumbuhan dan perkembangan hewan. Selanjutnya, membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan- penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan penilaian dengan cara pemberian kuis. Guru Pamong memberikan komentar bahwa pembelajaran yang baik tidak harus menjadi menegangkan.
Pada pertemuan ketiga, Senin, 2 Maret 2015, Pukul 08.00-10.00 WITA di Kelas VIII D dengan materi Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Membagikan materi pembelajaran, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan- penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan penilaian dengan cara pemberian kuis.
Pada pertemuan keempat, Senin, 2 Maret 2015, Pukul 10.30-12.30 WITA di Kelas VIII E dengan materi Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Membagikan materi pembelajaran, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan- penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan penilaian dengan cara pemberian kuis.
Pada pertemuan kelima, Rabu, 4 Maret 2015, Pukul 10.30-11.50 WITA di Kelas VIII G dengan materi Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan media pembelajaran yakni charta. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi pertumbuhan dan perkembangan hewan. Selanjutnya, membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan- penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan penilaian dengan cara pemberian kuis.
No. Hari/Tanggal Mengajar Jam Kelas Pokok Bahasan
1 Kamis, 12 Maret 2015 10.30-11.50 WITA VIII E Sistem pencernaan pada manusia
2 Senin, 16 Maret 2015 08.00-10.00 WITA VIII D Perkembangan manusia
3 Rabu, 18 Maret 2015 10.30-12.30 WITA VIII G Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.
4 Rabu, 25 Maret 2015 10.30-12.30 WITA VIII G Perkembangan manusia
5 Rabu, 1 April 2015 10.30-12.30 WITA VIII G Sistem pencernaan pada manusia
6 Senin, 6 April 2015 08.00-10.00 WITA VIII D Sistem pencernaan pada manusia
7 Senin, 6 April 2015 10.30-12.30 WITA VIII E Sistem pernafasan pada manusia
8 Rabu, 8 April 2015 10.30-12.30 WITA VIII G Sistem pencernaan pada manusia
9 Kamis, 9 April 2015 10.30-11.50 WITA VIII E Sistem pernafasan pada manusia
10 Jumat, 9 April 2015 10.30-11.50 WITA VIII H Sistem pernafasan pada manusia
Pada pertemuan praktek pembelajaran secara mandiri yang pertama, Kamis, 12 Maret 2015, Pukul 10.30-11.50 WITA di Kelas VIII E dengan materi Sistem Pencernaan pada manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan charta. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi sistem pencernaan pada manusia. Selanjutnya, membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, membagikan Lembar Kerja Siswa, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi serta mengisi LKS, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan- penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan tugas rumah.
Pada pertemuan kedua, Senin, 16 Maret 2015, Pukul 10.30-12.30 WITA di Kelas VIII D dengan materi Sistem Pencernaan pada manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan charta. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi sistem pencernaan pada manusia. Selanjutnya, membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, membagikan Lembar Kerja Siswa, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi serta mengisi LKS, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan- penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan tugas rumah.
Pada pertemuan ketiga, 18 Maret 2015, Pukul 10.30-11.50 WITA di Kelas VIII G dengan materi Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Membagikan materi pembelajaran, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan- penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan penilaian dengan cara pemberian kuis.
Pada pertemuan keempat, Rabu, 25 Maret 2015, Pukul 10.30-12.30 WITA di Kelas VIII G dengan materi Perkembangan Manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan lembar kerja siswa. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi perkembangan manusia. Membagikan materi pembelajaran, membagikan LKS, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, mengerjakan LKS, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan- penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan penilaian dengan cara pemberian kuis.
Pada pertemuan kelima, Rabu, 1 April 2015, Pukul 10.30-11.50 WITA di Kelas VIII G dengan materi Sistem Pencernaan pada manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan charta dan lembar kerja siswa. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi sistem pencernaan pada manusia. Selanjutnya, membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, membagikan LKS, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi serta mengisi LKS, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan - penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan tugas rumah.
Pada pertemuan keenam, Senin, 6 April 2015, Pukul 10.30-12.30 WITA di Kelas VIII D dengan materi Sistem Pencernaan pada manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan charta dan lembar kerja siswa. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi sistem pencernaan pada manusia. Selanjutnya, membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, membagikan LKS, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi serta mengisi LKS, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan - penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan tugas rumah.
Pada pertemuan ketujuh, Senin, 6 April 2015, Pukul 10.30-12.30 WITA di Kelas VIII E dengan materi Sistem Pernafasan pada manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan charta. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi sistem pernafasan pada manusia. Selanjutnya, membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, membagikan lembar kerja siswa, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan- penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan kuis.
Pada pertemuan kedelapan, Rabu 8 April 2015, Pukul 10.30-11.50 WITA di Kelas VIII G dengan materi Sistem Pencernaan pada manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan charta dan juga lembar kerja siswa. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi sistem pencernaan pada manusia. Membagikan materi pembelajaran, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, mengerjakan LKS, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan - penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan penilaian dengan cara pemberian kuis.
Pada pertemuan kesembilan, Kamis, 9 April 2015, Pukul 08.00-10.00 WITA di Kelas VIII H dengan dengan materi Sistem Pernafasan pada manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan charta. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi sistem pernafasan pada manusia. Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan - penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan kuis.
Pada pertemuan kesepuluh, Kamis, 9 April 2015, Pukul 10.30-11.50 WITA di Kelas VIII E dengan materi Sistem Pernafasan pada manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan charta. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi sistem pernafasan pada manusia. Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan - penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan kuis.
C. Ujian Praktek Pembelajaran
No. Hari/Tanggal Mengajar Jam Kelas Pokok Bahasan
1 Kamis, 5 Maret 2015 10.30-11.50 WITA VIII E Perkembangan manusia
2 Kamis, 2 April 2015 10.30-11.50 WITA VIII E Sistem pencernaan pada manusia
3 Jumat, 10 April 2015 09.00-10.20 WITA VIII G Sistem pernafasan pada manusia
Pada pertemuan pertama ujian praktek pembelajaran, Kamis, 5 Maret 2015, Pukul 10.30-11.50 WITA di Kelas VIII E dengan materi Perkembangan Manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan lembar kerja siswa. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi perkembangan manusia. Membagikan materi pembelajaran, membagikan LKS, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, mengerjakan LKS, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan - penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan penilaian dengan cara pemberian kuis.
Pada pertemuan kedua, Kamis, 2 April 2015, Pukul 10.30-11.50 WITA di Kelas VIII E dengan materi Sistem Pencernaan pada manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan charta dan lembar kerja siswa. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi sistem pencernaan pada manusia. Selanjutnya, membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, membagikan LKS, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi serta mengisi LKS, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan - penguatan dan juga kesimpulan. Memberikan tugas rumah.
Pada pertemuan ketiga, Jumat, 10 April 2015, Pukul 09.00-10.20 WITA di Kelas VIII G dengan materi Sistem Pernafasan pada manusia. Kegiatan Pendahuluan: Mengecek kehadiran siswa. Memfasilitasi siswa dengan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan. Menyiapkan charta. Kegiatan Inti: Memfasilitasi siswa dengan pertanyaan yang dapat menggali pengetahuan awal siswa tentang materi sistem pernafasan pada manusia. Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, membagikan materi pembelajaran, memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi, memfasilitasi untuk memaparkan hasil diskusi. Kegiatan Penutup: Merefleksikan, memberikan penguatan - penguatan dan juga kesimpulan.
D. Refleksi Pelaksanaan Praktek Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran secara terbimbing dilakukan oleh mahasiswa PPLT dengan bimbingan dari guru pamong berupa bimbingan penyusunan RPP dan bimbingan - bimbingan lain jika diperlukan. Misalnya saja saat ada permasalahan yang ditemukan selama proses pembelajaran, mahasiswa PPLT dapat melakukan diskusi dengan guru pamong untuk memecahkan masalah tersebut.
Proses pembelajaran secara terbimbing tidak lepas dari pantauan guru pamong dan kepala sekolah. Guru pamong selalu membimbing dan mengevaluasi setiap kegiatan PPLT yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Selanjutnya guru pamong memberikan laporan dari hasil evaluasi tersebut.
Selama proses pelaksanaan keterampilan pembelajaran secara terbimbing terdapat kelemahan dan kelebihan yaitu penyampaian apersepsi kurang jelas, sedangkan kelebihannya yaitu tujuan pembelajaran sudah tercapai dengan baik. Untuk memperbaiki kelemahan tersebut, guru harus lebih memahami perbedaan antara apersepsi dan motivasi dan untuk mempertahankan kelebihan harus tetap menguasai materi dan menguasai kondisi kelas dengan baik agar tujuan pembelajaran tetap tercapai dengan baik.
BAB IV
PRAKTEK TUGAS-TUGAS KEGURUAN NON TEACHING
Selain kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahsiswa PPLT, banyak juga kegiatan yang lain di luar pembelajaran, kegiatan tersebut biasanya disebut dengan tugas non teaching. Tugas non teaching yang dilakukan di SMP Negeri 18 Palu merupakan program kerja dari mahasiswa yang melaksanakan Program PPLT di sekolah tersebut.
Adapun tugas-tugas non teaching yang dilakukan masiswa PPLT di SMP Negeri 18 Palu yaitu:A. Pelatihan pelaksanaan upacara
1) Masalah
Masih kurang baiknya pelaksanaan upacara, masih terdapat banyak kekeliruan yang dilakukan oleh pelaksana upacara penaikan bendera oleh siswa.
2) Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk melatih siswa-siswa SMP Negeri 18 Palu dalam pelaksanaan upacara bendera.
3) Waktu pelaksanaan
Waktu pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dimulai dari minggu pertama Bulan Februari sampai dengan minggu pertama Bulan Mei. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan setiap 1 minggu sekali, setiap hari Sabtu.
4) Sasaran
Sasaran dari pelatihan ini yaitu seluruh siswa-siswi SMP Negeri 18 Palu, khususnya yang sedang bertugas sebagai pelaksana upacara kenaikan bendera.
B. Pengaktifan mading sekolah
1) Masalah
Fasilitas tempat informasi bagi siswa yang berupa majalah dinding (Mading) di SMP Negeri 18 Palu belum termanfaatkan.
2) Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam bidang kepenulisan.
3) Waktu pelaksanaan
Waktu pelaksaan kegiatan ini yaitu terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah perbaikan mading yang dilaksanakan pada minggu ketiga Maret, sedangkan untuk tahap kedua adalah pengaktifan mading yang dilaksanakan pada minggu keempat Maret sampai dengan minggu pertama Mei.
4) Sasaran
Adapun sasaran dalam kegiatan ini yaitu seluruh siswa SMP Negeri 18 Palu. Mereka dapat mengisi mading sekolah dengan karya-karya yang mereka miliki. Dalam pelaksanaannya kami bekerja sama dengan OSIS.
C. Pembenahan dan pendataan alat-alat Laboratorium
1) Masalah
Inventarisasi peralatan Laboratorium yang belum maksimal, dan peralatan-peralatan tersebut masih kurang terawat dan termanfaatkan.
2) Tujuan
Adapun tujuan kegiatan tersebut yaitu untuk membenahi dan mendata alat-alat laboratorium.
3) Waktu pelaksanaan
Waktu pelaksanaan kegiatan ini pada minggu ketiga bulan maret sampai minggu pertama bulan April.
4) Sasaran
Adapun sasaran kegiatan ini yaitu laboratorium IPA. Dalam pelaksaannya kami bekerja sama dengan siswa-siswi SMP Negeri 18 Palu.
D. Pembenahan struktur organisasi OSIS
1) Masalah
Kurang diberdayakannya siswa dalam OSIS, penyebab utamanya yakni struktur kepengurusan OSIS yang masih belum teratur dan belum dimaksimalkan.
2) Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu membenahi struktur organisasi OSIS.
3) Waktu pelaksanaan
Waktu pelaksanaan kegiatan ini hanya dilakukan dua kali yaitu pada minggu pertama bulan maret dan minggu kedua bulan maret. Pada minggu pertama bulan Maret, kami membantu merampungkan kepengurusan OSIS, kemudian pada minggu kedua kami membantu merampungkan program kerja yang akan dilaksanakan oleh OSIS kedepannya. Kami juga membantu memberikan ide-ide pada pengurus OSIS dalam pelaksaan program kerja, sehingga mereka bisa melaksakan program kerja dengan baik.
4) SasaranAdapun sasaran kegiatan ini yaitu seluruh pengurus OSIS yang telah terpilih.
BAB V
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PELAKSANAAN PPLT
A. Faktor Pendukung Pelaksanaan PPLT
Adapun faktor-faktor pendukung pelaksanaan PPLT sebagai berikut:
1. Kepala Sekolah dan Guru
Kepala sekolah yang merupakan penyelenggara satuan pendidikan sangat mendukung terlaksananya pelaksanaan PPLT berupa izin pelaksanaan PPLT di SMP Negeri 18 Palu.
Guru sangat berpengaruh dalam pelaksanaan PPLT hal ini disebabkan karena tanpa adanya dukungan dari guru pelaksaan PPLT tidak akan berjalan dengan baik. Salah satu dukungan guru yang sangat dirasakan langsung yakni bersedianya guru menjadi pamong bagi mahasiswa PPLT sesuai dengan bidang studi masing-masing.
2. Ruang Kelas
Ruang kelas yang telah tersedia memberikan ruang belajar yang cukup kondusif sehingga dapat terlaksananya kegiatan praktek pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa PPLT.
3. Perpustakaan
Perpustakaan di SMP Negeri 18 Palu telah cukup memadai sehingga dapat menunjang kegiatan pembelajaran, walapun buku-buku yang terdapat di perpustakaan juga cukup lengkap. Oleh karena itu, adanya fasilitas perpustakaan, mahsiswa PPLT dapat sedikit terbantu khususnya dalam pelaksanaan praktek pembelajaran.
4. Faktor pendukung lainnya
Dalam pelaksanaan PPLT oleh mahasiswa juga ditunjang oleh adanya faktor pendukung lainnya antara lain: pegawai Tata Usaha, pegawai perpustakaan, pengelola Laboratorium dan lain-lain.
B. Faktor Penghambat Pelaksanaan PPLT
Adapun yang menjadi faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan PPLT dapat dibagi menjadi dua faktor yaitu:
1. Faktor internal
Adapun faktor-faktor internal dalam pelaksanaan kegiatan PPLT sebagai berikut:
1) Minimnya pengalaman mahasiswa PPLT dalam mengelola kelas sehingga mahasiswa PPLT sedikit mengalami kesulitan dalam mengelola heterogennya siswa di dalam kelas.
2) Kurangnya kesiapan mahasiswa PPL untuk mengajarkan materi lain pada pembelajaran IPA Terpadu untuk SMP, khususnya mahasiswa Jurusan PMIPA.
3) Kurangnya dana yang menunjang terlaksananya pelaksanaan PPLT oleh mahasiswa baik tugas-tugas teaching maupun tugas-tugas non teaching.
2. Faktor eksternal
Adapun faktor-faktor internal dalam pelaksanaan kegiatan PPLT sebagai berikut:
1) Motivasi siswa dalam belajar
Motivasi siswa merupakan faktor yang sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Kurangnya motivasi siswa menyebabkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa PPLT sering mengalami hambatan, khususnya untuk mencapai pembelajaran yang interaktif.
2) Minimnya pembimbingan oleh guru pamong
Minimnya pembimbingan oleh guru pamong sangat mempengaruhi ketercapaian pembelajaran yang interaktif, khususnya dalam hal pemilihan metode yang sesuai dengan materi pembelajaran.
BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari Laporan Kegiatan Persekolahan PPLT ini sebagai berikut:
1. Program pengalaman lapangan terpadu (PPLT) adalah suatu program pendidikan yang memberikan suatu pengalaman belajar kepada mahasiswa sehingga sangatlah perlu diikuti oleh setiap mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
2. Dalam pelaksanaaan kegiatan PPLT terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi, baik faktor-faktor pendukung maupun faktor-faktor penghambat. Adapun faktor-faktor tersebut sebagai berikut:
1) Faktor Pendukung Pelaksanaan PPLT
(1) Kepala Sekolah dan Guru
(2) Ruang Kelas
(3) Perpustakaan
(4) Faktor pendukung lainnya
2) Faktor Penghambat Pelaksanaan PPLT
(1) Faktor internal
a) Minimnya pengalaman mahasiswa PPLT dalam mengelola kelas.
b) Kurangnya kesiapan mahasiswa PPL untuk mengajarkan materi lain.
c) Kurangnya dana.
(2) Faktor eksternal
a) Motivasi siswa dalam belajar
b) Minimnya pembimbingan oleh guru pamong
B. Saran
Adupun saran untuk kegiatan PPLT selanjutnya, yaitu:
1. Perlu adanya pembimbingan khusus bagi siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMP Negeri 18 Palu.
2. Perlu ditingkatkannya ketersediaan fasilitas penunjang terlaksananya pembelajaran yang efektif, misalnya pengadaan buku-buku ajar untuk siswa.
3. Sebaiknya waktu pelaksanaan kegiatan PPLT lebih difokuskan di sekolah agar mahasiswa memiliki lebih banyak waktu dalam memperoleh pengalaman praktek di sekolah.
4. Sebaiknya pembekalan PPLT lebih diefektifkan agar tidak terjadi perbedaan informasi saat pelaksanaan kegiatan PPLT.
DAFTAR PUSTAKA
Dahar, R.W. 1989. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga
Purwoko, dkk. 2009. IPA Terpadu. Jakarta: Yudhistira
Saputri, M.D., dkk. 2009. Sarana Belajar Kreatif dan Inovatif IPA. Bina Pustaka: Bogor
Sudibyo,E. 2008. Mari Belajar IPA. Jakarta: Rineka Cipta
Syamsuri,I. dkk. 2007. IPA BIOLOGI. Malang: Erlangga
Langganan:
Komentar (Atom)